Glosarium Istilah & Metodologi Valuasi
Edukasi TerbukaPanduan metodologi komprehensif 4 Guru Investasi (Joeliardi Sunandar, Benjamin Graham, Warren Buffett, Peter Lynch), indikator teknikal modern, serta rasio fundamental pasar modal. Dihitung secara deterministik di server Elixir CekPorto.
Model Joeliardi Sunandar & JS Prime
Guru ValuasiMetode investasi nabung saham khas Indonesia yang berfokus pada emiten berorientasi dividen dan profitabilitas modal tinggi. Fair PBV ditentukan secara linier dari rasio ROE: emiten dengan ROE 15% dinilai layak ber-PBV 1.5x (Nilai Wajar = Fair PBV × BVPS). JS Score (skala 0–100) mengevaluasi kesehatan neraca, rasio utang aman (DER ≤ 0.5x), dan konsistensi dividen (Yield ≥ 3%). Emiten dengan skor ≥ 80 meraih predikat eksklusif JS Prime.
Fair PBV = min(max(ROE / 10, 0.8), 4.5) Nilai Wajar = Fair PBV × BVPS Beli Ideal: Diskon ≥ 30% dari Nilai Wajar
Benjamin Graham (Defensive & Graham Number)
Guru ValuasiBapak Value Investing dunia dan mentor Warren Buffett. Graham Number merupakan formula batas atas harga wajar untuk saham defensif berbasis kelipatan maksimum P/E 15x dan P/BV 1.5x (15 × 1.5 = 22.5). Dilengkapi Revised Graham Formula V yang mengalibrasi nilai intrinsik dengan proyeksi pertumbuhan laba (g) dan suku bunga obligasi acuan (SUN/SBN 6.5%).
Graham Number = √(22.5 × EPS × BVPS) Revised V = [EPS × (8.5 + 2g) × 4.4] / SBN_Rate(6.5%) Aturan Emas: P/E × P/BV ≤ 22.5
Warren Buffett (Owner Earnings & DCF Model)
Guru ValuasiPendekatan membeli saham sebagai kepemilikan bisnis riil jangka panjang. Owner Earnings merefleksikan arus kas riil yang dapat ditarik pemilik modal tanpa mengorbankan operasional dan belanja modal pemeliharaan. Valuasi menggunakan Discounted Cash Flow (DCF) proyeksi 10 tahun dengan hurdle rate 10% dan tingkat pertumbuhan terminal 4%, dipadukan dengan verifikasi parit ekonomi (Economic Moat).
Owner Earnings = Laba Bersih + Depresiasi - Capex Wajib DCF = ∑ [CF_t / (1 + r)^t] + [TV / (1 + r)^10] r = Hurdle Rate (10%), g = Terminal Rate (4%)
Peter Lynch (Rasio PEG & 6 Kategori Siklus)
Guru ValuasiMetode legenda reksa dana Fidelity Magellan Fund yang menyelaraskan kelipatan laba P/E dengan laju pertumbuhan EPS tahunan dan imbal hasil dividen. Rasio PEG ≤ 1.0x mengindikasikan saham bertumbuh yang diperdagangkan di bawah harga wajarnya (Undervalued). Lynch memetakan saham ke dalam 6 kategori siklus: Fast Growers, Stalwarts, Slow Growers, Cyclicals, Turnarounds, dan Asset Plays.
PEG Ratio = (P/E Ratio) / (EPS Growth Rate % + Dividend Yield %) Evaluasi: PEG ≤ 0.5 (Sangat Murah), PEG ≤ 1.0 (Wajar/Murah), PEG > 1.5 (Mahal)
Margin of Safety (MoS / Diskon Valuasi)
FundamentalBantalan pengaman modal investor yang merepresentasikan selisih persentase diskon antara harga pasar saham saat ini dengan nilai wajar intrinsik hasil kalkulasi guru. MoS positif (≥ 20% s/d ≥ 30%) melindungi investor dari risiko kesalahan estimasi masa depan atau gejolak makroekonomi pasar modal.
Margin of Safety (%) = ((Nilai Wajar - Harga Pasar) / Nilai Wajar) × 100% MoS ≥ 30%: Deep Value | MoS ≥ 15%: Undervalued | MoS < 0%: Overvalued
Rasio Fundamental Inti (P/E, PBV, ROE, DER, DY)
FundamentalPilar standar analisis laporan keuangan emiten. P/E (kelipatan laba per lembar saham), PBV (kelipatan ekuitas buku), ROE (tingkat profitabilitas modal pemegang saham, standar sehat ≥ 15%), DER (rasio utang berbunga terhadap modal, batas aman ≤ 0.8x untuk non-bank), dan Dividend Yield (dividen tunai tahunan terhadap harga beli saham).
P/E = Harga / EPS | PBV = Harga / BVPS ROE (%) = (Laba Bersih / Total Ekuitas) × 100% DER (x) = Total Liabilitas / Total Ekuitas Dividend Yield (%) = (DPS / Harga Saham) × 100%
John Carter TTM Squeeze Breakout
TeknikalIndikator kompresi volatilitas yang mengidentifikasi fase jeda (konsolidasi) sebelum terjadinya ledakan pergerakan arah harga (Breakout). Kondisi 'Squeeze ON' terjadi saat Bollinger Bands (20, 2.0 std dev) menyempit hingga berada di dalam Keltner Channels (20, 1.5 ATR). Ketika pita BB meledak keluar dari pita KC, sinyal Squeeze FIRED terpicu dengan momentum histogram terarah.
Squeeze ON: BB_Upper ≤ KC_Upper AND BB_Lower ≥ KC_Lower BB = SMA(20) ± 2.0 × StandardDeviation(20) KC = EMA(20) ± 1.5 × AverageTrueRange(20) Konfirmasi: Volume ≥ 1.5× Rata-rata 20 Hari
Precision Trend Pullback (Fibonacci + EMA)
TeknikalStrategi trend-following presisi tinggi yang mencari titik entri dengan rasio risiko/keuntungan (Risk/Reward) terbaik. Sinyal beli terpicu saat saham berada dalam struktur tren naik kuat (EMA 50 > EMA 200) kemudian mengalami koreksi sehat (pullback) ke dalam Golden Zone Fibonacci (38.2% – 61.8%) saat osilator RSI(14) berada di area wajar 30–45.
Trend Filter: EMA(50) > EMA(200) AND Harga > EMA(200) Golden Zone: Retracement 38.2% s/d 61.8% dari Swing High-Low 30 Hari Trigger Konfirmasi: Bullish Candlestick Reversal + RSI(14) 30–45
Parabolic SAR (Adaptive Trailing Stop)
TeknikalIndikator dinamis ciptaan J. Welles Wilder Jr. berbentuk titik-titik parabolik yang merayap mengikuti akselerasi harga saham. Berfungsi sebagai level pengaman keuntungan (trailing stop) objektif yang terus bergerak naik secara otomatis seiring tercapainya level tertinggi baru, tanpa mudah tergocek oleh fluktuasi harian wajar.
SAR(t+1) = SAR(t) + AF × (Extreme_Price - SAR(t)) AF (Acceleration Factor): Mulai 0.02, bertambah 0.02 per rekor baru hingga max 0.20 Exit Rule: Candle memotong ke bawah titik SAR
Bollinger Bands & Keltner Channels
TeknikalDua kanal volatilitas dengan pendekatan statistik yang berbeda. Bollinger Bands (20, 2.0) mengukur deviasi standar di sekitar rata-rata bergerak (SMA 20) dan mencakup 95% varians harga normal. Keltner Channels (20, 1.5 ATR) mengukur batas rentang harga riil menggunakan Average True Range harian. Sinergi keduanya menjadi landasan utama deteksi kompresi dan ledakan harga.
Bollinger Bands: Middle = SMA(20), Bands = SMA(20) ± 2.0 × σ(20) Keltner Channels: Middle = EMA(20), Bands = EMA(20) ± 1.5 × ATR(20) Visualisasi: Overlay Interaktif Lightweight Charts